Hidroponik Shop
Toko Peralatan dan Nutrisi Hidroponik
Menu

( pcs)
BarangJumlahBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Selesai Belanja

Cara Menanam Peterseli

Friday, February 10th 2017.

A.  Menyiapkan Penanaman

  1. Pilih jenis peterseli yang Anda inginkan. Peterseli hadir dalam dua varietas umum: daun keriting dan daun rata (juga dikenal sebagai peterseli Italia). Peterseli berdaun rata cenderung memiliki rasa yang sedikit lebih kuat daripada peterseli berdaun keriting, tetapi keduanya merupakan jenis yang relatif sejuk. Anda juga harus memutuskan apakah Anda ingin menanam peterseli dari biji, atau menanam peterseli yang sudah disemai dalam pot.
  2. Pilih lokasi penanaman. Peterseli bisa ditanam dengan baik di kebun atau pot, karena tidak memiliki persyaratan tumbuh yang ketat agar bisa tumbuh dengan subur. Pilih area yang minimal mendapat sinar matahari sebagian, baik di dalam petak tanahnya sendiri atau di antara tanaman kebun lainnya. Jika Anda memutuskan untuk menanam peterseli di dalam pot, letakkan tanaman tersebut di ambang jendela yang mendapat sinar matahari pagi.
  3. Siapkan tanahnya. Tanah yang sangat cocok untuk peterseli adalah tanah yang relatif gembur, banyak mengandung kompos/nutrisi, dan memiliki kadar pH antara 6 sampai 7. Ujilah pH tanah Anda, dan berilah peat moss jika tanahnya terlalu mendasar. Untuk membuat campuran tanah yang sempurna, campurlah 50% tanah pot dengan 50% kompos untuk menambah nutrisi. Ini akan menghasilkan campuran tanah yang ringan dan berpori yang akan memudahkan sistem akar peterseli yang masih kecil untuk menempel di media tanam tersebut.

B.  Menyemai

  1. Rendam benihnya dalam air sabun. Tuang air hangat (bukan air panas) ke dalam sebuah cangkir atau mangkuk berukuran besar. Tambahkan sedikit sabun cuci piring, dan aduk agar campurannya larut. Masukkan semua biji peterseli ke dalam campuran tersebut dan biarkan terendam selama satu jam. Hangatnya air dan sabun cuci piring akan membantu memecah kulit luar biji peterseli yang terkenal keras, sehingga biji tersebut bisa tumbuh lebih cepat daripada jika tidak direndam.
  2. Bilas dan pindahkan bijinya ke dalam mangkuk berisi air yang lain. Menggunakan saringan kecil, tuang air sabun dan bijinya di bawah air suam-suam kuku. Ini akan menghilangkan bekas sabun, dan mempersiapkan biji tersebut untuk langkah berikutnya. Isi sebuah mangkuk dengan air yang sangat hangat (hampir 40,5 derajat Celsius) dan masukkan bijinya ke dalam air tersebut. Biarkan bijinya terendam selama semalam untuk melanjutkan proses perkecambahan.
  3. Keringkan bijinya. Setelah 24 jam direndam di dalam air, angkat bijinya dengan saringan dan letakkan di atas selembar kertas lilin untuk mengeringkannya. Jika bijinya benar-benar telah kering, biji tersebut siap untuk ditanam.
  4. Semaikan biji Anda di dalam ruangan. Jika Anda ingin mempercepat waktu tanam, Anda bisa menanam peterseli Anda terlebih dahulu di dalam wadah kecil dan memindahkan mereka ke media tanam yang sesungguhnya setelah bijinya berkecambah. 6 sampai 12 minggu sebelum salju terakhir sebelum musim semi, tanam biji peterseli Anda ke dalam wadah kecil dan siram setiap hari. Ini akan memberi cukup waktu bagi biji tersebut untuk mulai berkecambah, yang meningkatkan waktu mereka untuk mekar secara penuh ketika ditanam di luar ruangan atau di pot yang lebih besar.

C.  Menanam Bibit

  1. Tanamlah di waktu yang tepat. Tunggu sampai semua salju telah berlalu dan tanam bijinya langsung di kebun jika Anda tidak menyemainya di dalam ruangan. Biasanya, bibit harus ditanam di awal musim semi, sekitar bulan Maret atau April.
  2. Buatlah lubang/baris untuk menanam tanaman Anda. Dengan sekop kecil, buatlah baris-baris di kebun Anda dengan jarak sekitar 25,4 sampai 30,5 cm dan dengan panjang yang cukup agar biji dapat ditanam dengan jarak antar biji sekitar 7,6 cm. Biji/kecambah hanya perlu ditutup dengan tanah setebal 1,2 cm, jadi Anda tidak perlu membuat lubang/baris yang terlalu dalam.
  3. Pindahkan bibitnya. Pindahkan bibit yang disemai di dalam ruangan ke kebun setelah salju pertama dan ketika tanaman sudah setinggi minimal 7,5 cm. Tanam bibitnya dengan jarak antar tanaman minimal 7,6 cm, di dalam baris yang berjarak 15,2 cm. Ini akan memberi banyak ruang pada peterseli untuk tumbuh, yang akan memperoleh keuntungan penuh di permulaan dari akhir musim semi.
  4. Siram peterseli Anda. Siram peterseli Anda dengan banyak air setidaknya sekali seminggu untuk mendorong berkembangnya akar tunggang yang panjang. Anda mungkin harus sering menyiraminya ketika cuaca sangat panas dan kering. Jika Anda menanam peterseli dalam pot di dalam ruangan, berilah air yang cukup sehingga tanahnya hampir selalu lembab. Pertimbangkan untuk membuat sistem infus jika Anda tidak dapat menyiram peterseli tersebut secara teratur.[2]
  5. Singkirkan gulma dari tanaman Anda. Gulma dengan mudah bisa berbaur dengan peterseli, tetapi mereka mengambil nutrisi yang berharga dan menghalangi sinar matahari. Tutupi sekeliling tanaman Anda dengan mulsa untuk membantu menjaga kelembaban tanah dan mencegah tumbuhnya gulma. Selanjutnya, cabut setiap gulma yang muncul dan buang jauh-jauh dari kebun Anda.
  6. Lanjutkan menambah nutrisi. Pupuk peterseli Anda sebulan sekali menggunakan pupuk serbaguna agar tanaman ini tetap berproduksi di seluruh musim. Anda juga dapat menambahkan kompos ke dalam tanah untuk membantu agar tanahnya tetap penuh dengan nutrisi, yang membuat peterseli Anda tumbuh dengan cepat.
  7. Panen peterseli Anda. Ketika peterseli berkecambah dengan rangkaian tiga helai daun yang mengembang secara penuh, peterseli tersebut siap dipetik. Panen peterseli secara perlahan di sepanjang musim dengan memotong tangkai terluar dari tanaman tersebut tepat di atas permukaan tanah untuk mendorong pertumbuhan tambahan. Memanen daunnya dari bagian atas tanaman akan mengurangi hasil panen Anda.
  8. Bekukan daunnya untuk digunakan di kemudian hari, atau keringkan peterseli Anda dan simpan di dalam wadah kedap udara. Gunakan peterseli yang Anda simpan tidak lebih dari satu tahun agar rasanya tetap optimal.

 

TIPS:

  • Peterseli juga tumbuh dengan baik di dalam ruangan di lokasi yang cerah. Jika Anda menanam peterseli di dalam ruangan, pastikan untuk menggunakan pot yang tinggi agar tanaman tersebut bisa mengembangkan akarnya yang panjang.
  • Akar dari tanaman peterseli juga dapat dimakan. Tergantung pada varietas peterseli yang Anda tanam, akarnya bisa mirip dengan parsnip atau wortel. Dalam keadaan mentah atau dimasak, akarnya sangat cocok untuk sup, semur dan campuran sayuran.

 

PERINGATAN:

  • Jika peterseli Anda berbunga, berarti tanaman tersebut sudah berhenti memproduksi daun yang beraroma dan tanamannya harus dicabut.
  • Cuaca yang panas dan kering bisa membuat tanaman peterseli Anda berubah menjadi cokelat. Jika hal ini terjadi, potong tanamannya, buang bagian tanaman yang mati, dan siram tanaman Anda dengan banyak air.

Comments

comments

Produk terbaru

Rp 20.000
Rp 95.000
Rp 1.600.000
Rp 15.000
Rp 1.000
Rp 17.000
Rp 10.000 12.000
Rp 10.000 12.000