Hidroponik Shop
Toko Peralatan dan Nutrisi Hidroponik
Menu

( pcs)
BarangJumlahBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Selesai Belanja

Cara Menanam Horenso

Thursday, February 9th 2017.


Horenzo (Spinacia Oleracea) atau Bayam Jepang termasuk sayuran dataran tinggi dengan umur panen singkat, hanya 35-50 hari setelah tanam. Bayam Jepang tergolong sayuran dataran tinggi yang tumbuh baik pada daerah berketinggian di atas 500 m dpl. Di Indoneia tanaman ini mulai banyak di budidaya petani sayuran di daerah Cipanas dan Lembang untuk memenuhi kebutuhan pasar swalayan dan restoran Eropa dan Jepang di Jakarta. Benih sayuran ini biasanya diimpor dari produsen benih di Jepang atau Korea. Berikut cara budidaya bayam jepang yang dapat dilakukan.

Ada 2 Cara Budidaya Bayam Jepang

Pada dasarnya budidaya bayam jepang tidak berbeda dengan sayuran lainnya. Dia dapat disemai terlebih dahulu, namun dapat juga langung ditanam di lahan. Jika disemai terlebih dahulu, kondisi tanaman di lahan dapat lebih seragam, sekalipun ada penyulaman. Namun cara ini memerlukan lebih banyak tenaga. Sebaliknya jika benih langsung ditanam di lahan, tenaga kerjanya dapat ditekan. Risikonya, keseragaman tanaman di lahan tidak dapat dijamin.

Sebelum ditanam, benih direndam dulu dalam air yang telah diberi zat perangsang tumbuh selama satu malam. Esoknya benih diangkat dan ditiriskan, lalu dikering-anginkan.

Jika hendak disemai dulu, wadah semai harus disiapkan sebelumnya. Biasanya digunakan tray yang berisi campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Benih baym jepang disebar dengan jarak antar baris 3 cm lalu disiram. Biasanya setelah satu minggu benih akan berkecambah. Kecambah tetap disiram sampai cukup kuat untuk dipindah ke lahan pada 1 – 2 minggu kemudian.

Lahan untuk penanaman sebelumnya harus digemburkan sambil dibersihkan dari rumput liar, batu, dan benda asing yang mengganggu. Setelah itu dibentuk bedengan-bedengan selebar 1 – 1,2 m dengan jarak antar-bedengan 30 cm. Tebal bedengan tergantung kondisi cuaca, 25 – 30 cm jika musim kemarau dan 40 – 50 cm jika musim hujan.

Bedengan yang terbentuk kemudian ditaburi campuran pupuk TSP dan NPK dengan perbandingan 3 : 1 sebanyak 50-100 gram/m2 dan pupuk kandang 1-2 kg/m2 sebagai pupuk dasar. Bedengan ini kemudian didiamkan selama 1-2 minggu sebelum ditanami. Setelah bedengan siap ditanami, bibit dari pesemaian dipindahkan ke bedengan dan langung disiram untuk menekan stagnasi. Penyulaman dapat dilakukan jika ada tanaman yang mati.

Jika tidak ingin disemai terlebih dahulu, bedengan tidak perlu ditambahkan pupuk dasar. Diatas bedengan tersebut langsung ditaburkan benih dengan jarak tanam sekitar 20-25 cm. Di atasnya ditaburi campuran pupuk TSP dan NPK dengan perbandingan 3 : 1, lalu ditaburi lagi dengan pupuk kandang sebelum ditutup tanah setebal 1-2 cm. Pupuk buatan yang diperlukan sebanyak 50 gram/m2, sedangkan pupuk kandang 1-2 kg/m2. Benih bayam jepang dibedengan perlu disiram secara rutin, terutama pada musim kemarau. Biasanya setelah 1 minggu benih akan berkecambah.

Perawatan Tanaman

Agar dapat tumbuh subur, bayam jepang perlu dirawat dengan baik. Karena itu pada umur 2 minggu tanaman perlu disiangi dan dipupuk dengan urea, TSP, dan NPK dengan perbandingan 4 : 1 : 1 Selang 2 minggu kemudian tanaman dipupuk lagi dengan pupuk yang sama.

Untuk mengendalikan hama dan penyakit, sejak umur 1 minggu tanaman perlu disemprot pestisida. Dosisnya, 2 sendok makan fungisida dan 3-4 cc insektisida dilarutkan dalam 10 liter air, lalu disemprotkan ke lahan seluas 400 m2. Penyemprotan dapat dilakukan setiap 1-2 minggu tergantung kondisi bayam jepang tersebut, dan dihentikan pada sekitar 10 hari sebelum panen. Untuk menjamin kesuburan daun, setiap 2 minggu disemprotkan pupuk daun bersamaan dengan saat penyemprotan pestisida.

Saat Panen Bayam Jepang

Biasanya setelah berumur 35-50 hari, bayam jepang telah dapat dipanen. Pada umur tersebut tanaman telah mencapai ukuran maksimal, namun belum cukup tua. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman berikut akarnya, lalu dibersihkan dari tanah yang menempel.

Dari pengalaman budidaya petani membuktikan, lahan seluas 400m2 dapat menghasilkan Horenzo sekitar 100 kg. Hasil panen tersebut kemudian disortir dan diikat dalam ukuran secukupnya. Di pasar swalayan biasanya bayam jepang dijual dalam ikatan-ikatan dengan bobot sesuai besar ikatannya

Comments

comments

Produk terbaru

Rp 400.000
Rp 70.000
Rp 15.000 20.000
Rp 95.000
Rp 1.600.000
Rp 2.800
Rp 2.800
Rp 9.000
Rp 10.000
Rp 10.000
Rp 10.000