Hidroponik Shop
Toko Peralatan dan Nutrisi Hidroponik
Menu

( pcs)
BarangJumlahBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Selesai Belanja

Cara menanam Cabai Sistem Hidroponik Dutch Bucket

Thursday, August 16th 2018.

Sering kali kita dengar harga hasil panen pertanian yang kurang stabil seperti cabai yang sering turun dan bahkan naik menjadi mahal sekali. Harga yang mahal sering kali membuat kita enggan untuk membeli cabai tetapi rasa pedas cabai mampu menambah cita rasa dan nafsu makan bertambah. Salah satu cara untuk masalah itu dengan menanam cabai sendiri sehingga bisa tetap mengkonsumsi dengan mudah.

Anda dapat menanam cabai di halaman atau perkarangan rumah anda dengan cukup mudah. Salah satu metode untuk menanam cabai adalah dengan menggunakan sistem budidaya hidroponik. Sistem hidroponik adalah sistem tanah yang terbilang modern dan cukup mudah untuk diaplikasikan. Cabai dapat ditanam menggunakan sistem hidroponik dutch bucket dengan menggunakan irigasi tetes.

Seperti biasanya, sebelum kami menjelaskan tentang menanam cabai dengan menggunakan sistem dutch bucket dan irigasi tetes terlebih dahulu akan kami menjelaskan tentang tanaman cabai. Cabai (Capsium annuum L.) adalah jenis sayuran buah yang sering digunakan sebagai bumbu dalam pelengkap masakan. Terdapat beberapa jenis cabai dengan tingkat kepedasan yang berbeda seperti cabai rawit, cabai merah besar, cabai keriting, cabai gendot dan cabai jalapeno.

(Foto Cabai Merah Besar)

Cabai sering digunakan karena memiliki rasa pedas. Rasa pedas dalam masakan mampu menambah tingkat nafsu makan. Selain itu, cabai memiliki beberapa manfaat yang sangat baik dikonsumsi seperti menjaga kesehatan mata, memperhalus kulit, membantu melancarkan peredaran darah dan mengandung zat antioksidan.

Dutch bucket adalah sistem hidroponik yang sering digunakan untuk budidaya jenis tanaman yang memiliki jenis akar tunggang. Nutrisi yang diaplikasikan dalam sistem dutch bucket ini menggunakan sistem tetes atau drip system yang langsung diarahkan ke bagian akar tanaman dan sisanya akan dibawa kembali ke tandon untuk disirkulasikan kembali.

(Foto Hidroponik Sistem Dutch Bucket)

Media tanam yang sering digunakan untuk sistem ini adalah cocopeat, arang sekam, hidroton, kerikil, pecahan genteng dan pecahan batu bata. Cabai adalah tanaman yang memiliki jenis akar tunggang sehingga sangat cocok menggunakan sistem ini. Silahkan simak cara menanam cabai dengan menggunakan sistem hidroponik dutch bucket.

  1. Persiapan Alat dan Bahan

Persiapan alat dan bahan yang akan digunakan untuk menanam cabai dengan sistem hidroponik dutch bucket adalah pot bucket (bekas wadah ice cream), netpot ukuran 10 cm, kain flanel, rockwool, pecahan genteng, gelas ukur, TDS meter, pH meter, benih cabai, air dan nutrisi sayuran buah.

  1.   Persemaian

Persemaian dilakukan dengan menyiapkan rockwool sebagai media semai dengan ukuran 3 x 3 x 3 cm. Satu kotak rockwool diisi satu benih cabai dan dispray menggunakan air biasa. Hasil semaian diletakkan pada tempat yang terkena cahaya penuh agar benih dapat berkecambah. Saat proses benih berkecambah cek kondisi dan spray semaian setiap pagi atau sore hari agar terjaga kelembabannya.

  1.    Pindah Tanam

Pindah tanam bibit cabai dapat dilakukan saat bibit sudah keluar daun sejatinya. Perkiraan umur bibit dapat dipindah sekitar 15 sampai 21 hari setelah semai. Pindah tanam dilakukan dengan memindah bibit yang terdapat pada rockwool ke netpot yang sudah diberi kain flanel. Bibit yang dipindah pada netpot dapat ditambahkan media padat pecahan genteng sebagai penguat tanaman untuk tumbuh. Pindah tanam dilakukan pada saat pagi atau sore hari saat kondisi sejuk dan teduh.

  1. Pemeliharan

Pemeliharaan tanaman cabai meliputi pemberian nutrisi, cek pH, cek organisme pengganggu tanaman dan cek peralatan hidroponik. Pemberian nutrisi dimulai sejak pindah tanaman bibit cabai. Nutrisi yang diaplikasikan untuk taman cabai adalah nutrisi AB Mix sayuran buah atau nutrisi AB Mix khusus cabai. Aplikasi nutrisi yang diberikan bertahap yakni pada fase vegetatif dan fase generatif.

(Foto Nutrisi AB Mix Khusus Cabai)

Fase vegetatif adalah fase tanaman berkembang mengeluarkan akar, daun dan batang, sedangkan fase generatif adalah perkembangan tanaman mengeluarkan bunga, biji dan buah. Fase vegetatif cabai dapat diaplikasikan nutrisi 700 ppm hingga 1800 ppm. Selanjutnya, untuk fase generatif cabai antara 2000 ppm hingga 2600 ppm.

Setelah cabai sudah mulai tumbuh dan berkembang dapat ditambahkan tali ajir agar tanaman tidak roboh dan dapat tumbuh ke atas dengan baik. Penyakit yang biasanya menyerang tanaman cabai adalah layu fusarium, antraknosa dan busuk buah. Sedangkan untuk hama yang biasanya menyerang adalah ulat grayak, tungau, kutu daun dan ulat tanah.

  1.    Panen

Umur panen tanaman cabai sekitar 8 sampai 10 minggu setelah pindah tanam. Ciri tanaman cabai yang sudah siap panen berwarna merah dan kulit buah yang mengkilat. Tetapi, untuk warna cabai yang siap panen tidak selalu menjadi merah tergantung jenis cabai, karena terdapat cabai yang berwarna ungu dan warna lainnya. Panen cabai tidak hanya satu kali, setelah panen tanaman masih bisa ditambahkan nutrisi dan mampu menghasilkan panen cabai lagi hingga 5 sampai 6 kali.

Comments

comments

Produk terbaru

Rp 95.000
Rp 400.000
Rp 15.000 20.000
Rp 1.600.000
Rp 50.000
Rp 13.000
Rp 13.000
Rp 13.000
Rp 13.000
Rp 13.000